Kemampuan Mengemudi Berkurang Akibat Beberapa Fitur Baru


Bukannya tingkatkan keselamatan, pabrikan juga berusaha membuat feature yang dapat mempermudah pengendara. Tidak hanya kerja dengan pasif, fitur-fitur ini juga dapat berperan dengan aktif serta dapat mengomandoi manusia dibalik kemudi. 

Misalnya saat mundur, sekarang kita tidak butuh susah-susah untuk memerhatikan sekitar lingkungan melalui kaca spion. Melalui peranan camera dengan prediksi gambar 360 derajat, pengendara juga bisa dengan gampang ber-manuver saat akan parkir atau melalui jalan yang sempit. 

Walau memberi efek positif, kedatangan feature semacam ini nyatanya memberi efek negatif. 

Menurut Tubuh Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), seperti diambil dari Autoblog, fitur-fitur itu membuat “banyak pengemudi tidak mengerti terdapatnya terbatasnya dari tehnologi pertolongan pengemudi”. 

Gawatnya, berdasar data NHTSA, 1 dari 5 pengemudi malah alami kecelakaan atau hampir celaka sebab memercayakan feature pertolongan mengemudi. 

Training Director dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan jika mengemudi dengan pertolongan feature keselamatan itu benar-benar sangat menolong. 

“Tapi feature itu (dapat) bermata dua. Seringkali pengemudi terlena dengan peranan dari fitur-fitur itu serta pada akhirnya ia kurangi kesiagaan waktu mengemudi,” kata Jusri. 

Kurangi potensi mengemudi 

Selanjutnya, Jusri menjelaskan jika terdapatnya fitur-fitur itu malah dapat turunkan potensi mengemudi satu orang. Seperti kita ketahui, kelihaian kita mengemudi adalah dari hasil pengalaman. Berarti, jika kita saat ini dimudahkan adanya feature, insting mengemudi juga makin lama akan hilang. 

"Kita mengambil contoh saja feature parkir automatis, memang hasil parkirnya akan bagus. Namun jika diberi pertanyaan apa feature ini bila dipakai terus-terusan akan kurangi nilai ketrampilan berkendaranya? tentu. Saat orang itu bawa mobil yang tidak mempunyai feature itu, set belur ia. Sebab potensi sense of precision-nya pasti jauh menyusut," jelas Jusri. 

Jusri merekomendasikan pengemudi yang memakai mobil dengan fitur-fitur asisten berkendara masih berasumsi jika itu hanya jadi alat membantu saja. Hingga, dalam keadaan apa pun fitur-fitur itu ialah prioritas ke-2. 

Karena itu, prioritas penting pengemudi ialah semestinya masih lakukan beberapa hal itu dengan manual, serta tidaklah terlalu memercayakan feature pertolongan mengemudi itu. 

"Contoh waktu ingin geser jalan serta jangan begitu memercayakan feature blind spot warning, semestinya masih cek kaca spion serta seterusnya melihat untuk pastikan ruang blind spot kita aman. Jangan pernah tidak melihat. Atau waktu mundur, semestinya masih kita memeriksa kaca spion bahkan juga bila perlu putar kepala kita untuk pastikan bagian belakang telah aman ataukah tidak," tutur Jusri

Belum ada Komentar untuk "Kemampuan Mengemudi Berkurang Akibat Beberapa Fitur Baru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel