Untuk Investasi, Lebih Untung Beli Properti dengan KPR atau "Cash"?


Jika dibuatkan survei guna mendapatkan hasil persentase yang valid, orang yang baru saja berniat untuk mengerjakan investasi properti tentu akan merasa terlambat dan tidak banyak menyesal ketimbang orang yang telah lama memilih guna menyisihkan dananya untuk mempunyai properti.

Asumsi ini diperoleh dari sejumlah pengembang properti menengah yang diwawancarai. Mereka menuliskan, pembeli lokasi tinggal pada umur di bawah 25 tahun paling sedikit bila dikomparasikan dengan pembeli lokasi tinggal yang umurnya jauh di atas itu.

Hal ini sangat sehubungan dengan kesadaran orang tersebut sendiri tentang pentingnya investasi dalam bidang properti.

Dalam bisnis properti, akan paling jarang sekali dijumpai kerugian. Hal ini dapat dibuktikan dengan bertanya langsung untuk orang yang telah lama menggeluti bisnis yang satu ini.

Ada tidak sedikit sekali tips yang terdapat dalam media cetak maupun situs-situs di internet yang membicarakan tentang bagaimana cara mengerjakan investasi yang menguntungkan pada bidang properti.

Pertanyaan yang sering hadir dan menciptakan bingung calon investor ialah "lebih untung mana sih, melakukan pembelian rumah dengan KPR atau cash?"

Kedua opsi ini seringkali akan kita hadapi ketika hendak membeli suatu properti. Sebelum menilai mana sebetulnya yang lebih menguntungkan, usahakan Anda memahami terlebih dahulu apa saja kelemahan dan keunggulan dari melakukan pembelian properti dengan kedua instrumen di atas.

1. Membeli lokasi tinggal secara KPR

KPR ialah kepanjangan dari kredit pemilikan rumah. Hal ini berarti sewaktu hendak membeli properti, kita akan mengerjakan pembayaran dengan kredit. Dengan itu, kita akan mengerjakan proses angsuran properti yang dibeli. Besarnya angsuran yang dibayarkan per bulannya seringkali bergantung pada besarnya DP yang diserahkan di awal.

Perlu diketahui, guna KPR tersebut sendiri, DP yang mesti dibayarkan ialah sebesar 30 persen dari harga beli investasi tersebut. Biasanya, kemudahan seperti ini bakal Anda dapatkan melewati lembaga perbankan dalam format agunan properti yang bakal dibeli.

KPR sendiri dipecah menjadi sejumlah kategori. Sewaktu kita berniat untuk melakukan pembelian properti, KPR yang digunakan ialah KPR pembelian.

Para pengembang menyediakan kemudahan KPR untuk mempermudah calon pembeli yang tidak mempunyai uang untuk melakukan pembelian secara cash. Sistem yang digunakan dalam KPR pun mudah dan cepat. Kebanyakan orang mengatakan melakukan pembelian rumah dengan KPR bakal lebih untung, benarkah begitu?

2. Membeli lokasi tinggal secara cash

Ada pun orang yang menuliskan lebih baik untuk melakukan pembelian rumah secara cash. Faktanya, andai Anda mempunyai sejumlah duit yang menganggur, Anda dianjurkan untuk melakukan pembelian rumah secara cash.

Apalagi bila duit yang dimiliki telah dipisah-pisahkan dengan dana guna asuransi kesehatan, dana darurat, dana portofolio investasi, tabungan, dan beda sebagainya.

Ketika berkeinginan membeli lokasi tinggal secara cash, kita perlu guna mempersiapkan dana ekstra yang seringkali digunakan guna mengurus sertifikat-sertifikat penting tentang properti yang dibeli. Hal ini dilaksanakan untuk meminimalisasi penipuan yang bakal terjadi.

Dari dua keterangan di atas, pastinya menciptakan Anda yang bingung sebetulnya yang mana usahakan yang mesti kita pilih. Untuk memudahkan Anda, perhatikan misal perhitungan di bawah ini:

Seorang pegawai A berniat untuk melakukan pembelian rumah dengan teknik KPR. Harga properti itu Rp 300 juta. Si A sudah menyimpan uang uangnya sebesar Rp 5 juta masing-masing bulan untuk menunaikan uang muka atau down payment (DP) KPR.

Jika 30 persen dari Rp 300 juta = Rp 90 juta, maka si A membutuhkan waktu 18 bulan untuk mengoleksi DP sebesar Rp 90 juta. Setelah itu, ia mesti membayarkan angsuran KPR sebesar RP 3,6 juta per bulannya.

Setelah 10 tahun, duit yang disetorkannya ke KPR senilai Rp 432 juta. Jika dihitung, nilai dari total propertinya sudah menjangkau Rp 732 juta.

Bandingkan dengan si B yang memilih menyimpan uang selama 12 tahun untuk melakukan pembelian rumah ekuivalen Rp 650 juta.

Sebagai catatan, tipe rumah barangkali saja sudah bertolak belakang dan mempunyai kesan yang lebih canggih lagi serta harga lokasi tinggal yang sudah tentu tidak berada pada angka Rp 732 juta lagi.

Memang, ada tidak sedikit hal yang butuh dipikirkan ketika berkeinginan membeli lokasi tinggal dengan teknik KPR atau cash.

Hal yang butuh diperhatikan ialah modal yang dipunyai dan tren suku bunga yang ada.

Sebaiknya, memilih KPR andai modal tidak memadai dan menyiapkan sejumlah dana terpaksa dan dana proteksi guna menghindari sejumlah kejadian yang nantinya tidak diinginkan.

Dalam menyicil rumah, pikirkan matang-matang bisa jadi terjelek yang bakal terjadi pada masa yang bakal datang. Pikirkan pun berapa tarif bunga yang dipatok antara bank yang satu dan bank yang lainnya.

Semua tergantung opsi Anda

Jadi, lebih untung mana, beli lokasi tinggal dengan KPR atau cash? Semuanya tergantung pada kesanggupan calon pembeli.

Perlu diketahui, melakukan pembelian rumah dengan teknik cash lebih aman ketimbang melakukan pembelian rumah dengan teknik KPR.

Membeli secara KPR memang terkadang tampak menguntungkan sebab sisa duit yang dimiliki dapat digunakan untuk kebutuhan investasi lainnya. Namun, balik lagi, tingkat suku bunga bank fluktuatif. Hal berikut yang menjadi dasar pertimbangannya.

Belum ada Komentar untuk "Untuk Investasi, Lebih Untung Beli Properti dengan KPR atau "Cash"?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel